Resume Artikel Ilmiah “Challenges, Open Innovation, and Engagement Theory at Craft SMEs: Evidence from Indonesian Batik”

 


Artikel ini meneliti tantangan yang dihadapi oleh UKM batik di Indonesia dan bagaimana inovasi terbuka serta teori keterlibatan dapat membantu mengatasi tantangan tersebut. Penulis mengidentifikasi dua kategori utama dari UKM batik: yang berada di Jawa dan di luar Jawa, karena keduanya menghadapi tantangan yang berbeda.

Di Jawa, tantangan utama bagi UKM batik adalah persaingan dengan batik printing, yang diproduksi secara massal dengan harga lebih murah. Selain itu, harga bahan baku yang semakin mahal dan keterbatasan sumber daya manusia yang terampil menjadi kendala besar. Kurangnya regenerasi di kalangan pekerja batik juga menjadi masalah, di mana generasi muda cenderung enggan untuk melanjutkan keterampilan membuat batik. Manajemen limbah pewarna kimia yang tidak memadai juga menjadi perhatian, karena mencemari lingkungan.

Sementara itu, di luar Jawa, tantangan utama adalah kesulitan mendapatkan bahan baku, yang seringkali harus didatangkan dari Jawa dengan biaya tinggi. Selain itu, keterampilan pekerja yang terbatas dan persaingan dengan kain lokal menjadi kendala dalam pengembangan UKM batik di daerah tersebut.

Inovasi terbuka telah terbukti meningkatkan kinerja UKM batik yang menerapkannya, meskipun banyak yang belum melakukannya karena keterbatasan keterampilan dan dukungan dari pemangku kepentingan. Inovasi ini mencakup penggunaan motif baru yang terinspirasi dari budaya lokal, penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan, serta adopsi pemasaran digital untuk memperluas pasar.

Teori keterlibatan, yang diadopsi dari pendidikan, dikombinasikan dengan inovasi terbuka untuk meningkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam mendukung UKM batik. Prinsip-prinsip "Relate", "Create", dan "Donate" digunakan untuk mendorong kerja sama, kreativitas, dan kontribusi bagi konsumen dan masyarakat luas.

Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, institusi keuangan, pemasok bahan baku, dan konsumen, untuk mendukung inovasi terbuka di industri batik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami tantangan dan peluang UKM batik di Indonesia dan menunjukkan bagaimana kombinasi inovasi terbuka dan teori keterlibatan dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja UKM kerajinan lainnya di seluruh dunia.

TUGAS PKKMB : Jacintha Aisyah Yulisma Putri

Komentar